Ekonomi Korea Utara

Perekonomian Korea Utara


Ekonomi Korea Utara


Korea Utara memiliki ekonomi komando yang terindustrialisasi, autarkik, dan sangat terpusat. Dari lima negara sosialis yang tersisa di dunia, Korea Utara adalah satu dari dua negara (bersama-sama dengan Kuba) dengan ekonomi yang dimiliki negara dan direncanakan oleh pemerintah sepenuhnya Kebijakan isolasi Korea Utara berarti bahwa perdagangan internasional sangatlah dibatasi.

"Sangat menarik bukan untuk di bahas "
Gaji rata-rata Korut adalah sekitar $47 per bulan. Meskipun terdapat masalah ekonomi yang substansial, kualitas hidup rakyat terus membaik dan upah pekerja terus meningkat. Pasar swasta berskala kecil, disebut janmadang, hadir di seluruh penjuru negara ini dan melayani penduduk dengan makanan dan komoditas tertentu dari impor yang ditukar dengan uang, dengan demikian membantu mencegah kelaparan.

Di atas merupakan Profile perekonomian dari Korea Utara yang belum banyak orang tau.gaji rata rata Korea Utara terbilang cukup besar di kawasan asia dan dengan citra Korea Utara yang "kejam". Dari mana mereka bisa mendapatkan penghasilan.

1. Perdagangan Luar Negri
    Tiongkok dan Korea Selatan masih menjadi penyumbang terbesar bantuan makanan kepada Korea Utara. Amerika Serikat menentang penyumbangan makanan ini karena kurangnya pengawasan. Pada 2005, jumlah bantuan makanan dari Tiongkok dan Korea Selatan tercatat sebesar 1 juta ton. Selain itu, sekitar 80 hingga 90 persen minyak impor Korut berasal dari Tiongkok, yang dijual dengan "harga teman" yang jauh lebih murah dibanding harga pasar dunia.
 "nahh ternyata Korut dan Tiongkok saling bekerjasama"

2. Pariwisata
    Pariwisata di Korea Utara dikelola oleh Organisasi Pariwisata milik negara ("Ryohaengsa"). Tiap-tiap wisatawan berkelompok atau juga perseorangan didampingi secara tetap oleh satu atau dua orang "pemandu wisata" yang biasanya berbicara dengan bahasa ibu wisatawan. Sementara pariwisata telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang berasal dari Barat masih sedikit. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung berasal dari Tiongkok, Rusia, dan Jepang. Warga negara Rusia lebih memilih Korea Utara sebagai tujuan wisata karena murah, minim pencemaran, dan cuacanya lebih hangat. Warga negara Korsel mustahil untuk memperoleh visa ke Korea Utara, tetapi mereka masih bisa mendapat "izin masuk" ke wilayah khusus wisata, seperti Kaesong. Warga negara AS juga tidak dapat memperoleh visa dan hanya bisa berkunjung pada saat dirayakannya Festival Arirang; namun, larangan ini telah dicabut pada Januari 2010.

"Ternyata Korut juga memanfaatkan Sektor Pariwisata dallam Perekonomian nya"

Perekonomian Korut sangat bergantung kepada Tiongkok karaena Tiongkok berperan penting dalam Perekonomian Korut. Di atas merupakan Perekonomian Korea Utara semoga dapat Bermanfaat