Kisah Inspiratif Pengusaha ukm yang sukses

Kisah Siswoyono, Pengusaha UKM Sukses Memulai Bisnis dari Nol


Kisah Inspiratif Pengusaha ukm yang sukses






















Keripik Laku Keras, Beli Rumah, Anak Sarjana

Siswoyono (45) perantau asal tanah Jawa cocok untuk dijadikan inspirasi bagi semua pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Usaha keripik balado pedas manis ditekuninya dimulai dari nol. Kurang lebih 8 tahun lamanya, dengan menjual sendiri dan terima pesanan. Sekarang usahanya itu berkembang pesat dan pelanggan ratusan harus ngantre menunggu keripiknya.



HARMOKO, Pulau Beringin



MEMBUKA usaha sendiri bagi banyak orang merupakan persoalan yang rumit. Tapi tidak bagi Siswoyono dan istrinya Lutfiah, yang buka usaha keripik di rumahnya sendiri. Persis di belakang SD Negeri 5 Pondok Kelapa, Dusun Pulau Beringin, Desa Harapan Pondok Kelapa. Kurang lebih 8 tahun usaha keripik balado ditekuninya, sekarang sudah menguasai parasan dan terima orderan.



Saat disambangi di kediamannya kemarin, Siswoyono dan istri, dibantu anak sulungnya Tia Yuli Makrullah (23), memasak keripik balado dan membungkus ke dalam plastik transparan. Sekitar 40 kilogram bahan baku yang dimasak, semuanya sudah terbungkus rapi. Ada dipesan pribadi dan juga yang siap diecerkan ke warung-warung langganan sekitar Benteng dan Bengkulu Utara.



Siswoyono mengaku bahwa usaha keripik balado beromset puluhan juta dalam 1 bulan. Paling dia syukuri, setiap titipan eceran di warung langgananya di sepanjang jalan lintas barat, Ketahun hingga wilayah Serangai, ludes terjual dalam waktu 2 hari. “Biasanya tidak pakai lama, 2 hari diantar ke warung, langsung habis. Khususnya eceran dijual Rp 1000,” kata Siswoyono.



Diakuinya, usaha keripik balado yang dijalankannya diawali modal sangat tipis pada tahun 2008. Dengan pasaran yang tidak jelas saat itu, dalam 2 tahun penjualan ke masyarakat diakuinya tidak begitu stabil. “Tidak ada dapat untung selama 2 tahun. Karena saya harus mencari pelanggan, tawar ke warung, ada yang mau ada yang tidak. Waktu itu banyak sisa,” paparnya.



Saat itulah mental bisnis Siswoyono diuji, tetap lanjut dengan usahanya atau pindah ke usaha yang lain. Dengan ketekunan dan keberaniannya, dia pendam sifat pesimisnya waktu itu dan tetap lanjut untuk menjual keripik balado yang dimasak sendiri. “Pernah tidak balik modal. Saya selalu dapat support dari keluarga, terutama istri yang terus memotivasi,” terangnya.



8 tahun berlalu kata Siswoyono, masa-masa sulit dapat dilewati dengan berpikir positif dan tawakkal. Setelah dia mulai mendapat pelanggan dan keripik baladonya lebih terasa di konsumen, membuat usahanya itu kian maju. Bahkan sudha terima pesanan sistem antar dan termasuk Ibu Bupati, Hj. Elvita Ferry Ramli jadi pelanggan. “Ibu Bupati suka,” ujar Siswoyono.




Selama 6 tahun kondisi keuangan stabil dan usahanya juga makin bersinar, membuat Siswoyono berhasil menggapai cita-citanya membeli sebuah rumah, dan termasuk anak-anaknya sukses sekolah, sulung sarjana dan anaknya yang kedua tamat SMK. “Saya tetap syukuri. Dengan usaha keripik, anak sudah sarjana, dan dapat juga membeli rumah untuk berlindung,”