5 Kisaha inspiratif pengusaha kuliner Sukses

Kisah inspiraitf pengusaha Kuliner yang sukses


5 Kisaha inspiratif pengusaha kuliner Sukses

Berikut adalah kisah kisah dari 5 pengusaha kuliner yang sukses menjalankan usahanya 

1. Rangga Umara Pengusaha Kuliner Rumah Makan Lele Lela
    
    Pada mulanya Rangga Umara tidak ada niatan untuk menjadi seorang pengusaha Karena Rangga Umara membayangkan ia tidak dapat membayar Kontrakan dan di usir dari Kontrakan iapun coba coab untuk membuka usaha Kuliner, iapun membuka usaha Kuliner rumah makan Lele Lela yang di ambil dari kata "Lele Lebih Laku".
   
   Modal awal yang di lontarkan Rangga Umara untuk membuka usaha rumah makan Lele Lela ini sebsar 3 juta rupiah. modal itu pun ia kumpulkan dari susah payah hasil menjual jam tangan ,Handphone. Sekarang ini ia telah membuka cabang sebanyak 50 cabang yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia tidak hanya itu ia juga membuka cabang di negara Singapura dan Malaysia.

2.Reza Murhaliman Pengusaha Kuliner Keripik Maicih

  Pria yang saat ini berumur 23 tahun dan lulusan dari Universitas Maranatha Bandung ini sukses menjalani usaha nya itu, berawal mula ia bertemu seorang nenek yang memiliki resep membuat keripik Pedas. Dengan bermodal Rp 15 juta, Axl mulai memproduksi keripik yang diberi merek Maicih sebanyak 50 bungkus per hari. Ia membuat perbedaan tingkat kepedasan dari level 1 hingga level 5. "Saya mulai ngider memasarkan keripik dengan memberikan sampel ke teman, saudara, memanfaatkan Twitter dan Facebook," katanya.

   Nama Maicih, kata mahasiswa Manajemen Universitas Maranatha Bandung ini, diambil dari istilah dompet kecil yang suka dipakai ibu-ibu. Nama ini juga mengundang rasa penasaran konsumen karena terdengar nyeleneh. Pemasarannya dibantu oleh teman-temannya di sekolah menengah atas dan saudaranya.

3. Riezka Rahmatiana dengan Justmine nya

   Hanya butuh waktu 3 tahun untuk menjadi sukses, itulah yang terjadi dalam hidup Riezka Rahmatiana. Wanita kelahiran Lombok berusia 26 tahun ini. Di usia yang masih muda gurita bisnisnya sudah meng-Indonesia. Melalui Justmine Pisang Ijo yang ditekuninya sejak 2007, kini ia telah memiliki 100 outlet yang telah tersebar di seluruh Indonesia dengan omset 300 jutaan.

  Sukses itu membutuhkan perjuangan. Kerasnya tekad membawanya dari jeratan jatuh bangun bisnis yang pernah ditekuninya. Mulai dari usaha pulsa, laundry hingga warung makan adalah sederet cerita pahit kegagalannya. Baru di pertengahan tahun 2007, tabir sukses itu mulai tersingkap. “Awalnya saya mampir di sebuah restoran yang menjual es pisang ijo. Ternyata rasanya enak sekali. Lalu terpikir untuk mencoba bisnis jenis ini. Sayapun cari-cari resepnya dari internet, “ kisah Riezka.

4. Victor Giovan dengan Teh kempot nya

  Victor Giovan Raihan, seorang pengusaha remaja yang berhasil menjalankan sebuah bisnis sejak usia 18 tahun. Potret pengusaha yang patut ditiru dan kita jadikan contoh. Victor Giovan Raihan pemuda asal Malang ini berhasil menjalankan bisnis yang ia mulai sejak ia remaja.

  Dengan modal awal 3 juta rupiah, terhitung saat ini bisnis yang dikelola Victor Giovan sangat sukses dan berkembang dengan pesat. Saat ini menurut Victor, per outlet dari teh cepat sajinya mampu menghasilkan antara 2 juta sampai 3 juta per bulan.

Kini, anak sulung dari dua bersaudara ini mampu mengembangkan bisnis nya dengan mempunyai 10 gerai yang ia tangani secara langsung dan 17 outlet yang dikelola oleh para rekan bisnisnya. Rekan bisnis nya tersebar di berbagai sudut di Kota Malang dan ada beberapa juga di Palembang dan Jakarta. Untuk bisa menjadi rekan bisnisnya, Victor mematok harga 3,5 juta rupiah dengan mendapatkan satu paket gerobak dan 100 cup gelas kemasan beserta alat masaknya sekalian.
  
5. Rizka Wahyu pengusaha Lapis Talas Bogor

  Wanita lulusan S-2 Manajemen Bisnis tersebut juga pernah menemui kendala ketika berniat memperdayakan anak-anak putus sekolah. "Awalnya saya ingin memperdayakan anak putus sekolah. Tapi banyak yang setengah hari kerja langsung kabur karena ternyata ada penghasilan yang lebih besar. Sekarang masih ada beberapa yang mau kerja. Tapi kebanyakan pekerjanya adalah anak-anak lulusan SMK karena kita sudah pakai mesin," jelas Rizka.

  Semoga artikel ini dapat membantu dan menginspirasi 
dan terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu.